Senin, 30 April 2012

KETERAMPILAN MENGELOLA WAKTU

Kini akan di paparkan keterampilan yang menyangkut pengelolaan waktu. Ini merupakan suatu keterampilan yang yang tidak kalah pentingnya ketimbang semua keterampilan terdahulu. Bahkan ada ahli keterampilan belajar yang berpendapat bahwa keterampilan mengelola waktu dan mengguanakan waktu secara efisien merupakan hal yang terpenting dalam masa belajar maupun seluruh kehidupan seseorang mahasiswa.

Bagi setiap mahasiswa, keterampilan mengelola waktu khususnya untuk keperluan belajar harus dikembangkan, dimahirkan, dan diterapkan selama belajar di perguruan tinggi. Untuk itu ada 4 langkah yang perlu ditempuh, yaitu:

1. Memahami hal ihwal tentang waktu.
2. Melatih kebiasaan memanfaatkan waktu sekarang juga.
3. Mengatur pengguanaan waktu.
4. Melakukan pengelompokan dan penjatahan waktu untuk belajar.

Untuk mempunyai keterampilan mengelola waktu, pertama-tama seseorang mahasiswa perlu mengerti betul tentang apa yang akan dikelola itu, Utamanya pengertian waktu dan sifat dasarnya. Secara sederhana dapatlah dirumuskan pengertian waktu sebagai kesempatan langgeng yang tersedia dalam alam semesta untuk manusia berprestasi. Alam semesta menyediakan waktu secara terus menerus dan abadi untuk manusia melakukan apa saja dan mencapai sesuatu keberhasilan selama hayatnya.

Waktu senantiasa ada dan tersedia setiap saat bagi mahasiswa yang memerlukan untuk belajar. Waktu bukanlah semacam barang persediaan yang akan habis kalau di gunakan terus. Oleh karena itu, kalau dikalangan mahasiswa terdengar keluhan kehabisan waktu atau kekurangan waktu, hal itu adalah tidak benar.

Selanjutnya suatu sifat dasar lainnya dari waktu ialah bahwa waktu tidak pernah berhenti, melainkan terus-menerus berlalu di hadapan setiap orang. Dengan demikian, waktu tidak bisa ditabung atau disimpan untuk digunakan pada kesempatan lain.

KETERAMPILAN MENGHAFAL PELAJARAN

Setelah seorang mahasiswa membaca buku pelajaran, mengikuti kuliah, dan membuat catatan dari bahan bacaannya, langkah berikutnya yang sebaiknya segera dilakukan sejak awal tahun ajaran ialah menghafal dengan ingatannya butir-butir pokok soal dan pengetahuan yang penting-penting dari buku, kuliah, dan catatannya. Kegiatan menghafal itu perlu dilakukan sedini mungkin sehingga bahan pelajaran yang banyak dan selalu bertambah dari waktu ke waktu sempat diulang-ulang secara teratur dalam kamar belajar, diendapkan secara tenang dalam pikiran, dan diperhatikan secara kokoh dalam ingatan.
Ingatan bukanlah bagian dari tubuh manusia yang dapat dilihat dan dipegang seperti halnya hidung, jantung, lidah, mata, tangan atau telinga. Ingatan pada pokoknya adalah rekaman dalam otak manusia mengenai pengalaman masa yang lampau dan pengetahuan yang telah dipelajari baik secara disadari maupun tidak disadari. Menurut para ahli ilmu jiwa, ingatan hanyalah suatu pemujaradan dan mengacu pada sekiumpulan cirri, kegiatan, dan kemampuan tertentu yang dapat dilakukan oleh otak manusia.
Orang dapat mengingat sesuatu pengalaman yang telah terjadi atau sesuatu pengetahuan yang telah dipelajari pada waktu-waktu yang lalu. Pengalaman atau pengetahuan itu merupakan catatan dari perubahan faal dalam otak manusia yang dinamakan jejak ingatan atau jejak saraf. Sesuatu pengalaman yang terjadi atau pengetahuan yang dipelajari seseorang meninggalkan semacam jejak saraf dalam otaknya dan jejak itulah yang dikeluarkan kembali pada waktu ia mengingat pengalaman atau pengetahuan itu.
Para ahli ilmu jiwa dari hasil penelitian mereka telah dapat menemukan sejumlah asas yang akan meningkatkan kemampuan orang mengingat bahan pelajaran. Asas adalah suatu dalil umum yang dinyatakan dengan istilah-istilah pendek tanpa menyarankan cara-cara pelaksanaan terinci yang dapat diterapkan pada suatu rangkaian perbuatan untuk menjadi petunjuk yang tepat bagi perbuatan-perbuatan itu. Dalam hubungannya dengan ingatan asas kadang-kadang disebut juga kaidah.

Minggu, 29 April 2012

KETERAMPILAN MEMUSATKAN PERHATIAN

Sebuah keterampilan pendukung yang amat berguna bagi setiap mahasiswa dalam menggali ilmu di perguruan tinggi ialah pemusatan perhatian (konsentrasi). Pemusatan perhatian dalam belajar adalah pengarahan pikiran seseorang mahasiswa terhadap suatu mata pelajaran dengan mengesampingkan semua hal lainnya yang tidak berhubungan dengan pelajarannya itu.
Kemampuan memusatkan perhatian bukanlah bakat alamiah yang dibawa seseorang sejak lahir. Banyak ahli menyatakan bahwa kemampuan konsentrasi sesungguhnya merupakan kebiasaan seseorang yang dapat dilatih, jadi bukannya suatu bakat alamiah atau sesuatu yang diwarisi dari leluhur.
Landasan utama untuk mengembangkan keterampilan memusatkan perhatian ialah minat. Dalam pengertiannya yang paling dasar, minat berarti sibuk, tertarik, atau terlibat sepenuhnya dengan sesuatu kegiatan karena menyadari pentingnya kegiatan itu. Dengan demikian, minat belajar adalah keterlibatana sepenuhnya seseorang mahasiswa dengan segenap kegiatan pikiran secara penuh perhatian untuk memperoleh penhetahan dan mencapai pemahaman dengan berbagai bidang pengetahuan ilmiah yang dituntutnya di perguruan tinggi.
Dalam hubungannya dengan pemusatan perhatian, minat mempunya peranan sebagai berikut:

1. Melahirkan perhatian yang serta merta.
2. Memudahkan terciptanya pamusatan perhatian.
3. Mencegah gangguan perhatian dari luar.

Perhatian seseorang terhadap sesuatu hal dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu perhatian yang serta merta dan perhatian yang dipaksakan. Perhatian yang serta merta terjadi dengan sendirinya, bersifat wajar, mudah bertahan, dan tumbuh tanpa penggunaan daya kemauaan dalam diri seseorang, sedangkan perhatiang yang dipaksakan harus menggunakan daya kemauan untuk perkembangan dan kelangsungannya.

KETERAMPILAN MENEMPUH UJIAN

Ujian merupakan suatu persyaratan yang harus ditempuh oleh setiap mahasiswa untuk dapat meninggalkan pintu gerbang perguruan tingginya sebagai seorang sarjana yang sukses. Pada setiapa akhir semester dan tahun ajaran setiap mahasiswa harus berjuang untuk melewati palang ujian yang amat melelahkan jasmani maupun pikiran.

Tujuan dari ujian pada pokoknya ada 3 macam:

1. Mendorong agar mahasiswa belajar secara teratur, mengulangi bahan-bahan pelajarannya, dan menanamkan dalam pikirannya berbagai pengetahuan ilmiah yang dipelajari diperguran tinggi.

2. Mengukur dan menilai pengetahuan mahasiswa dan kemajuan belajarnya untuk menentukan apakah iad dapat melanjutkan belajar pada tingkat pendidikan/pengajaran yang lebih tinggi atau lulus dari perguruan tinggi kalau itu merupakan tingkat yang terakhir.

3. Menjadi petunjuk bagi pengajar dari hasil ujian para mahasiswa itu pokok-pokok soal mana dalam pelajarannya yang memerlukan perbaikan pada kesempatan mengajar berijutnya.

Sesuatu ujian sesungguhnya tidak semata-mata mengukur kemajuan akademuk dan tingkat pengetahuan mahasiswa saja, melainkan juga merupakan sarana untuk mengetahui kekokohan batinnya (apakah ia takut, gugup, dan kusut pikirannya ataukah sebaliknya, yaitu tabah tenang dan jernih pikirannya). Ujian juga meningkatkan disiplin pribadi mahasiswa secara mandiri dengan belajar secara teratur setiap hari. Melalui ujian-ujian dari waktu kewaktu seseorang mahasiswa juga dapat mengetahui kemampuannya dan kemajuan belajarnya sehingga kepercayaan dirinya dan keyakinan batinnya juga meningkat. Seseorang mahasiswa yang telah setiap harinya belajar secara teratur dan penuh perhatian akan memasuki ruang ujian dengan penuh percaya diri dan yakin lulus. Bagi mahasiswa yang demikian itu persoalannya bukan lulus atau tidak lulus, melainkan akan memperoleh nilai A atau B.

Kamis, 26 April 2012

KETERAMPILAN MENCATAT BACAAN

Pembacaan buku yang dilakukan seseorang mahasiswa kebanyakan akan menjadi sia-sia kalau ia tidak membuat catatan-catatan dari bahan bacaannya, karena pikiran takdapat mengangkat begitu banyak butir pengetahuan tanpa berulang-ulang menghafalnya. Oleh karena itu, membuat aneka catatan yang diperlukan untuk belajar selanjutnya merupakan suatu keharusan setelah selesai membaca buku. Perlengkapan buku untuk itu ialah lembar-lembar kertas lepas, buku-buku tulis atau notes yang dijahit. Catatan dapat ditulis tangan dengan pena dan jangan dengan potlot yang lama-kelamaan bias kabur tulisannya. Pembuatan catatan dengan mesin tik akan tampak lebih rapi. Pencatan dapat dilakukan setelah membaca suatu bagian dari buku atau sesudah selesai mambaca keseluruhan buku.
Oleh karena catatan bacaan mempunyai kegunaan yang cukup lama untuk keperluan menghafal, menulis karya ilmiah, dan menjadi bahan pengingat dikemudian hari, lembar-lembar kertas utuk mencatatnya sebaiknya berupa kartu warna putih. Ukuran kartu ini ialah tinggi dan lebar. Ukuran kartu ini telah lazim di gunakan oleh perpustakaan oleh kartu catalog buku.

PERSIAPAN MENGIKUTI KULIAH

Kewajiban pertama setiap mahasiswa yang mulai belajar di perguruan tinggi ialah mengikuti kuliah. Kuliah adalah suatu tata cara mengajar di perguruan tinggi yang digunakan oleh para pengajar untuk menyampaikan pengetahuan ilmiah secara lisan kepada paramahasiswa yang hadir mendengarkan dan membuat catatan sejelas dan selengkap mungkin.
Kuliah yang diikuti secara tertib dan penuh perhatin serta dicatat dengan baik akan memberikan pengetahuan yang banyak kepada setiap mahasiswa. Banyak pengajar dalam ujiannya lebih menitikberatkan pada bahan-bahan kuliah yang diberikannya. Oleh karena itu, setiap mahasiswa harus membuat catatan kuliah yang baik. Catatan kuliah yang baik hanya dapat dibuat kalau seseorang mahasiswa mempunyai keterampilan mencatat kuliah yang efisien. Mencatat kuliah adalah suatu seni, karena disini ia harus dapat menggabungkan kecakapan mendengarkan suatu uraian secara cermat, menangkap uraian itu dengan baik, mengolahnya dalam pikiran, dan mengeluarkannya kembali secara ringkas di atas kertas. Kecakapan yang demikian itu dapat dimiliki oleh setiap mahasiswa kalau ia mau mempelajari dan membiasakan beberapa persiapan dan keterampilan tertentu.
Keterampilan mengikuti kuliah dapat dibina oleh setiap mahasiswa dengan membuat 4 macam persiapan, yaitu:
1. Persiapan sarana
2. Persiapan jasmani
3. Persiapan tekad
4. Persiapan pikiran

 
Editing by Nubito Hacker